Buku yang baru - baru saya tuntaskan, karangan Ahmad Fuadi, mantan wartawan Tempo dan VOA. Berkisah tentang pengalaman seorang anak Minangkabau yang bercita - cita jadi insinyur dengan Ir. Habibie sebagai panutannya. Selulus SMP di Bayur, pinggiran danau Maninjau, pelosok Bukit Barisan, Sumatera Selatan. Atas keinginan ibunyauntuk menjadi Buya Hamka, seorang ahli agama terkenal dari Bayur, Alif Fikri Chaniago naik bus melintasi daratan Sumatera dan menuju pelosok Jawa Timur ke Pondok Modern Gontor. Kisah di Pondok Modern Gontor, yang diceritakan dalam sebagian besar buku ini, bercerita mengenai hidup didalam kompleks pondok menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris, aplikasinya seperti menjadi komentator bola menggunakan bahasa Arab, hingga latihan pidato rutin menggunakan bahasa Inggris atau Arab bergantian.
Man Jadda Wajada, "Siapa yang bersungguh - sungguh pasti sukses" kata - kata yang ditanamkan ke semua murid Gontor dan berpengaruh pada seluruh kegiatan yang terlaksana, banyak cerita dari Alif dan empat orang sahabatnya dalam mengusahakan sesuatu yang dianggap tidak mungkin, namun dengan mantra Man Jadda Wajada, semua jadi mungkin.
Negeri 5 Menara menginspirasi kita untuk selalu berusaha hingga batas maksimal, ketika itu dikerjakan sungguh - sungguh, tidak ada yang tidak mungkin. Jika mimpi itu tinggi sekalipun, buku ini mengajarkan untuk tetap menggantungnya dan bersungguh - sungguh dalam mengejarnya. Kisah - kisah menginspirasi yang berdasarkan kisah nyata sang penulis menjadikan cerita seolah - olah nyata. Menjadikan pembaca untuk membaca dari hati.
